1.4.a.10.1 Aksi Nyata - Budaya Positif - Unggah Aksi Nyata
Oleh : Sokep Pujianto, S.Pd.,Gr.
CGP Angkatan 4 Kabupaten Banyuasin – SDN 13 Muara Telang
Latar Belakang
Adapun yang melatar belakangi pembuatan kesepakatan kelas ini yaitu saya Guru Kelas SD merefleksi hasil pembelajaran pada di semester ganjil tahun Pelajaran 2020 – 2021. Setelah tanggal 16 Desember 2021 kami Jajaran Guru beserta Bapak Kepala Sekolah selaku Manager Sekolah mengadakan Rapat Pleno Pembagian Raport Semester ganjil. Ada waktu 1 hari sebelum besok tanggal 18 Desember 2021 diadakan Pembagian raport. Penulis pun berinisiatif untuk mengajak murid berdiskusi terkait kegiatan apa yang akan mereka lakukan untuk mengisi waktu luang tersebut. Hal ini dilakukan untuk membangun budaya positif pada diri murid untuk tetap belajar walaupun sudah selesai Penilaian Akhir Semester.
Diskusi dilakukan dengan anak murid,. Diskusi berlangsung kurang lebih sekitar 1 jam, berisi refleksi pembelajaran selama satu semester ganjil tahun pelajaran 2020-2021. Guru mengulas kesan pada saat menggunakan e-modul kelebihan dan kekurangannya kemudian guru pun mengulas penggunaan google Form.
Dampak diberlakukannya Aksi Nyata dari Kesepakatan Kelas setelah program dijalankan, yaitu :
1. Murid dan Guru lebih semangat saat akan mengikuti proses pembelajaran di tahun baru pada tahun pelajaran 2021/2022.
2. Murid lebih paham langkah yang harus mereka ikuti di tahun ajaran baru, kewajiban mengikuti kelas daring/online (hal ini melihat situasi kondisi di masa pandemic, apakah sudah bisa tatap muka atau masih daring, atau bahkan menggunakan blended learning).
3. Murid akan lebih bersemangat untuk mengerjakan tugas Karena mengikuti materi (proses belajar) dan kemudian mengerjakan tugas telah menjadi bagian kesepakatan kelas.
4. Murid yakin LMS yang digunakan adalah google classroom dengan akun belajar.id. sehingga murid tidak lagi melakukan adaptasi, karena sudah terbiasa menggunakan google classroom dengan akun belajar.id
5. Selain itu ada WA group untuk koordinasi informasi kelas.
6. Ada kesepakatan bersama untuk menumbuhkan budaya disiplin positif, jika tidak mengikuti proses pembelajaran dan tidak mengerjakan tugas maka akan dilaporkan ke wali kelas oleh guru mata pelajaran. Kemudian jika terus berlanjut tidak ada perbaikan maka wali kelas akan mengadakan Home Visit untuk mengetahui kendala murid tersebut.
Langkah-langkah dalam menyusun kesepakatan kelas secara runut dan jelas
Kesepakatan kelas adalah hal yang dibuat di dalam kelas antara guru dengan murid untuk menjadikan kegiatan belajar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Guru dan murid menghargai upaya dan perilaku yang baik dalam proses penyusunan dan pelaksanaan kesepakatan kelas pada tanggal 17 Desember 2021, sehari sebelum dibagikan raport.
Langkah pertama yang dilakukan adalah berdiskusi dengan murid, menyampaikan Alasan kenapa kesepakatan kelas perlu dibuat. Kemudian menyampaikan menghargai upaya dan perilaku yang baik dalam proses penyusunan dan pelaksanaan kesepakan kelas, merupakan tujuan belajar secara umum yang akan dicapai. Untuk mencapai tujuan tersebut, murid diharapkan dapat belajar dengan nyaman dan merdeka, tanpa adanya tekanan dan paksaan dari guru atau murid lain di kelas tersebut. Sehingga kesadaran dan motivasi intrinsik murid dapat terbangun karena menyadari bahwa belajar adalah kebutuhan yang akan bermanfaat untuk kehidupannya baik saat ini maupun yang akan datang. Namun guru tidak terburu-buru memaksakan murid mengikuti kesepakatan kelas, melainkan berproses. Pada akhirnya, guru dan murid sangat menghargai upaya dan perilaku yang baik dalam proses penyusunan dan pelaksanaan kesepakatan kelas.
Tindakan yang dilakukan oleh guru
Pada saat guru dan murid menggunakan google meet untuk diskusi online. Guru mempersilahkan setiap murid untuk mengusulkan kesepakatan kelas. Kemudian seluruh murid dipersilahkan untuk menyampaikan pendapat. Usulan dari setiap murid diinventarisir untuk dibahas dan diambil, selanjutnya diketik di jamboard sebagai kesepakatan kelas. Guru mendengarkan apa yang disampaikan murid. Guru bertindak sebagai fasilitator yang mengarahkan jalannya kegiatan diskusi kesepakatan kelas. Semua usulan kesepakatan kelas sebagai budaya positif di sekolah, diambil secara bersama-sama oleh murid dan guru. Jadi tidak ada paksaan ataupun tekanan dari guru. Pada akhirnya seluruh murid, wajib mengikuti kesepakan kelas. Kesepakatan kelas dibuat dan berlaku selama murid masih di kelas tersebut. Dalam pelaksanaannya, guru dan murid bersedia mengikuti kesepakan kelas, kedua belah pihak perlu konsisten menjalankan kesepakatan kelas.
Percakapan Guru terhadap murid dalam kesepakatan kelas
Guru menyampaikan kepada murid bahwasanya kesepakatan kelas sangat penting. Kesepakatan kelas berasal dari murid, oleh murid dan untuk murid. Guru mendengarkan aspirasi murid dan memperhatikan sudut pandang murid, sesuai dengan latar belakang murid di kelas. Makanya dalam membuat kesepakatan kelas harus bisa dilaksanakan dengan tanggungjawab dan sepenuh hati. Tidak ada hukuman dalam pelaksanaan kesepakatan kelas dan tidak juga ada hadiah yang diberikan. Tidak ada ancaman terhadap hasil belajar, namun semua diharapkan dapat dilaksanakan dengan baik. Karena jika tidak bisa dilaksanakan dengan baik, konsekunesinya murid yang akan merasakan juga. Menumbuhkan motivasi Intrinsik adalah tujuan utama dalam membuat kesepakatan kelas. Guru mendengarkan murid dengan seksama dan memberikan umpan balik.
Respon Murid dalam kesepakatan kelas
Melibatkan murid dalam diskusi, mengenai hal-hal yang ingin disepakati dan alasan mengapa kesepakatan tersebut dibuat. Murid merespon dengan baik kesepakatan kelas yang akan dibuat dan dilaksanakan. Murid merasa merdeka dan bahagia, karena tidak ada kekerasan dalam bentuk fisik, psikis, maupun kekerasan dalam bentuk verbal pada kegiatan pembelajaran. Hal ini karena kesepakatan kelas dibuat sesuai dengan kondisi murid di kelas tersebut (melibatkan murid dalam menyusun kesepakatan kelas).
Keberhasilan dan Tantangan
Keberhasilan dengan adanya kesepakatan kelas meliputi, murid menjadi lebih disiplin dalam belajar karena aturan kelas dibuat oleh mereka, berdasar pada sudut pandang murid. Murid berfikir positif, bahwa kesepakatan kelas sangat bermakna. Belajar lebih kondusif dengan saling mengingatkan satu sama lain. Murid mampu menempatkan diri sebagai murid dengan saling menghargai antar teman dan menghormati guru. Walaupun belajar melalui daring, namun antara guru dan murid saling mengenal, hal ini bisa dilihat dari pembelajaran tatap muka online dengan interaksi secara langsung melalui web camera dari google meet.
Tantangan yang dihadapi adalah kolaborasi dengan orang tua yang memiliki kesibukan dalam pekerjaan untuk mengontrol kegiatan belajar murid di rumah. Karakter murid yang berbeda-beda, tidak semua murid bertanggungjawab secara penuh terhadap kesepakatan kelas dan kurang mandiri. Menumbuhkan motivasi intrinsik tidak semudah seperti yang diungkapkan. Memahami kebutuhan dan tahap perkembangan anak tidaklah mudah. Kesepakan kelas Sangat mempertimbangkan sudut pandang murid. Hal ini dilihat dari: 1) Sangat mempertimbangkan sudut pandang murid, 2) Terdapat pernyataan yang mendukung budaya tanpa kekerasan verbal, 3) Ada pernyataan yang menunjukkan komitmen dari diri untuk menjaga kesepakatan kelas meskipun tanpa pemberian hadiah. 4) Guru memahami dan mempertimbangkan kebutuhan dan tahap perkembangan murid.
Komitmen Bersama Kesepakatan Kelas Online
Pada saat dibuat kesepakatan kelas, Guru dan Murid menyepakati komitmen yang telah disepakati terkait kesepakatan kelas. Adapun apabila ada murid yang tidak mengikuti proses pembelajaran secara berulang bahkan sampai tidak mengerjakan tugas, maka guru akan melaporkan ke wali kelas. Selanjutnya wali kelas akan melakukan Home Visit. Sehingga tidak terulang adanya murid yang sama sekali tidak ikut Pembelajaran Jarak Jauh (0 BDR).
Kesepakatan kelas ini pun telah menjadi kesepakatan sekolah karena telah dibahas pada saat Rapat Pleno Pembagian raport Jadi, secara keseluruhan saya yang merupakan Guru Kelas telah berupaya berkolaborasi dalam penumbuhan Budaya Disiplin Positif, baik di kelas maupun di sekolah.
Refleksi Pembuatan Kesepakatan Kelas
Perasaan saya sebagai CGP pada saat merencanakan dan melaksanakan Aksi Nyata, saya sangat bersemangat dan antusias dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran di Kelas juga di Sekolah tempat saya mengajar. Saya berupaya memahami keinginan murid dalam perbaikan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Karena jika melihat dari kondisi penyebaran Covid-19 sedang dalam posisi meningkat terutama ada beberapa rekan guru dan murid yang terkena Covid-19. Maka, saya mengantisipasi bahwa pada awal tahun pelajaran 2021 - 2022, di sekolah tempat saya mengajar masih melakukan pembelajaran daring/online.
Pembelajaran yang saya dapatkan dari aksi nyata pembuatan kesepakatan kelas untuk menumbuhkan budaya disiplin positif, saya mengetahui keinginan murid saya untuk adanya perbaikan. Murid saya setuju menggunakan akun belajar.id, murid menginginkan saya membuat bahan ajar sendiri terkait materi sesuai Kompetensi Dasar. Murid meminta agar sesekali saya menggunakan google meet agar kuota mereka tetap ada untuk belajar mata pelajaran lainnya. Murid sepakat jika mereka beberapa kali tidak mengikuti pembelajaran online atau bahkan tidak mengerjakan tugas. Maka, saya akan meminta wali kelas untuk melakukan Home Visit.
Perencanaan untuk memperbaiki pembelajaran, saya menyiapkan dua opsi untuk proses pembelajaran Tahun Pelajaran 2021/2022 yaitu pembelajaran online dan blended learning antara daring dengan luring. Hal ini mengingat karena pandemic Covid-19 di daerah kami masih cukup tinggi penyebarannya. Pada saat liburan seperti sekarang pun murid disarankan untuk tetap stay at home.
Hasil Pembelajaran selama satu tahun di semester ganjil dan semester genap Tahun Pelajaran 2020/2021, akan menjadi inspirasi bagi saya untuk terus merefleksi dan mengadakan perbaikan di masa yang akan datang. Jika Tahun lalu masih mencoba menerapkan beberapa LMS pada saat proses pembelajaran, seperti edmodo, akun personal gmail untuk masuk ke google classroom. Maka, untuk ke depannya target pembelajarannya saya dan seluruh murid di kelas saya akan menggunakan akun belajar.id dengan target seluruh murid yang akan saya ajar masuk ke kelas saya baik daring maupun luring (melihat situasi dan kondisi di era pandemic). Murid saya selain mampu mengikuti proses belajar daring juga luring, harus mampu juga mengerjakan tugas, mengikuti ulangan harian, PAS dan PAT.
Pembelajaran daring dan luring akan menumbuhkan Karakter Profil Karakter Pelajar Pancasila, karena berdasar pada penerapan Budaya Positif. Serta tentu saja saya sebagai guru akan terus melakukan refleksi pembelajaran saya, mengadakan/memikirkan strategi perbaikan pada proses pembelajaran selanjutnya, dengan dasar potensi dari nilai dan peran guru penggerak yang saya miliki yang berpihak pada murid sesuai kodrat alam dan kodrat zaman untuk mewujudkan Merdeka Belajar.
0 Komentar
Ketik Pesan dibawah ini